Om Swastyastu..

Om Swastyastu,

Rahajeng rahayu sareng sami.. Salam kami sebagai orang Bali kepada dunia. Sebagai orang Bali, saya masih perlu belajar banyak hal tentang sebagai orang Bali yang sejati.

Blog ini saya buat setelah berkali-kali membuat blog. Ya maklum lah sebagai seorang yang plin plan saya masih punya keinginan untuk kembali membuat blog. Terinspirasi dari pacar saya Mirah Trisna Adi, ya saya juga ingin bisa membuat blog dengan tema yang mungkin sedikit mix dan bersifat abstrak (mungkin bisa dibilang tidak memiliki tema khusus).

Entah apa yang menjadi topik saya dalam membuat blog, saya hanya ingin membuat apa yang ingin saya share. Semoga ini bisa menjadi blog saya yang paten untuk kedepannya.

Suksma..

Om, Santih, Santih, Santih, Om

What’s wrong with me?

Saya ga pernah tahu ada apa sebenarnya dengan diri saya ini. Memang semua manusia tidak ada yang sempurna. Tapi sepertinya saya justru jauh dibawah tidak sempurna itu. Lebih dan lebih tidak sempurna atau kaya akan kesalahan. Continue reading

Do a good thing but that’s nothing..

Mungkin benar kata pepatah “Nila setitik rusak susu sebelanga”. Ya benar-benar fakta adanya. Ini bukan sebuah pemikiran tapi sebuah kejadian nyata yang saya alami.

Dengan membantu orang yang kita sayangi dan mencoba untuk membuatnya senang, seharusnya kebahagian bersama yang kita dapatkan. Namun semua itu sirna dan bahkan tak sebanding harganya dengan hanya membuat setitik kecil kesalahan yang membuat hati orang yang kita sayangi tersinggung. Semuanya berubah menjadi neraka. Dia kesal dan marah. Meminta maaf pun tak ada artinya. Dan kebaikan yang kita lakukan? Seperti tidak ada.

Seperti halnya kertas putih yang sudah tertetesi tinta hitam. Tidak bisa dihapus dan akan selalu ada disana. Diberi pemutih? Akan selalu berbekas.

Sekiranya seperti itu kenyataannya. Bukan bualan tapi sebuah kenyataan. Tulisan ini hanya curhatan. Bukan penelitian yang serius. Mungkin ini hanya sharing belaka. Kan saat ini, ketika saya menulis ini, saya mengalaminya. Tapi saya mengakui kesalahan dan kebodohan saya. Dan saya menerimanya. Maaf untuk kesalahan yang saya perbuat hari ini.

Berharganya Kau..

Pasti banyak diantara kita yang pernah bertanya kepada pasangannya “Aku ini berharga ga sih?” Atau “Seberapa berharganya aku buat kamu?” Atau sejenisnyalah.

Saya pun pernah mendapatkan pertanyaan seperti ini. Sulit memang mendriskripsikan atau bahkan mentranslate jawaban untuk pertanyaan tersebut. Tapi terkadang ada saja yang bisa menjawabnya dan memberikan jawaban yang benar-benar diharapkan oleh pasangannya atau mungkin tidak sedikit yang memberikan jawaban yang kurang tepat sehingga hubungam menjadi sedikit bermasalah.

Saya sendiri sempat ditanya oleh istri pertanyaan seperti ini. Jawaban saya panjang. Sesungguhnya istri saya adalah orang yang paling berharga yang saya miliki, apalagi ditambah dengan adanya putri pertama saya. Jauh lebih berharga dari pada harta yang saya punya (padahal ga ada harta seberapa.. Hehe). Saya merasa mereka adalah orang-orang yang akan bisa menemani perjalan hidup saya, sepanjang nafas saya masih berhembus. Saya tidak pernah berharap dan memikirkan apabila saya kehilangan mereka.

Mungkin banyak yang akan memberikan tanggapan bahwa saya adalah seorang pembual. Karena pada dasarnya saya sulit memang mengungkapkannya. Dan sesungguhnya saya tidak merasa memiliki apa-apa selain memiliki mereka. Seolah-olah merekalah harta yang saya miliki.

Istriku.. Jika kau membaca tulisan ini. Aku ingin kau tahu, bahwa kau adalah segalanya untukku. Kiandra adalah pelengkap harta pemberian Tuhan dalam hidupku, hidup kita. Percayalah dan yakinlah bahwa aku disini membutuhkan kalian. Kalian merupakan pilar dalam rumah kehidupanku, merupakan lirik dalam alunan nada petikan gitarku yang membuatku begitu kuat dan memiliki makna dalam hidup.

Begitu berharganya Kau..

Beli Buku Dongeng di Google Play

Hari ini beli buku di Play Book dengan potong pulsa Indosat. Lumayan buat bacaan nambah cerita dongengnya Kiandra nanti. Meski nanti tidak akan sama persis ceritanya, improve sajalah.. Hehehe.. – at mirahmayuda cabin

View on Path

Pengakuan dan Penyesalan..

Sebenarnya memang ada keinginan untuk menulis hal ini dari sejak lama. Hanya saja ada rasa ragu dalam hati yang entah bagaimana jadinya. Tapi karena sang istri yang meminta untuk menuliskan, baiklah akan saya tulis.

Pengakuan saya adalah saya bukanlah orang yang terlihat di media sosial atau pun terlihat secara nyata. Semua orang punya rahasia dan begitu juga saya bahkan terkadang menyiksa diri, baik secara pribadi atau pun merupakan pemicu sebuah perselisihan antara saya dengan istri. Tapi saya tidak akan mengatakan secara blak-blak’an. Kan ‘ga rahasia lagi kalo semua dibeberkan. He.. he..

Saya pernah berkali-kali menyakiti hati istri saya. Baik sebelum menikah atau pun setelah menikah. Besarnya kesalahan yang saya perbuat beraneka ragam. Ada satu kesalahan yang membuat istri saya benar-benar marah dan kecewa. Apa itu? Rahasia. Dan saya mengakui kesalahan saya itu. Kesalahan itulah yang menjadi awal mula permasalahan yang lain (mungkin). Tapi saya yang merasa seperti itu. Berbagai macam pertengkaran dan perselisihan pun banyak menghiasi kehidupan kami. Entah saya yang begitu bodoh sehingga banyak menimbulkan permasalahan ataukah memang saya benar-benar sumber masalah? Mungkin keduanya benar. Saya justru kecewa kepada diri saya sendiri.

Saya pernah berkata dalam hati, ingin mati saja rasanya. Supaya tidak menyakiti dia (istri saya). Namun saya akan meninggalkan seorang anak yang begitu Cantik yang selalu saya rindukan. Ingin rasanya pergi jauh tapi akan pergi dari sang bidadari kecil. Semua berputar-putar didalam kepala saya. Ingin rasanya memformat ulang kehidupan saya namun tidak mungkin. Mau tidak mau harus saya hadapi hidup saya dengan kekecewaan kepada diri sendiri.

Dan memang benar-benar anugerah Yang Maha Kuasa saya dianugerahi Istri seperti dia, sehingga sampai detik ini kami masih bersama. Saya diberikan kesempatan yang mungkin sulit untuk ditemukan. Namun penuh dengan rasa penyesalan.

Saya menyesal sudah melakukan kesalahan itu dan memang penyesalan itu datangnya belakangan. Dengan kata lain saya terlambat untuk menyesali. Karena kesalahan itu akan tetap terukir dan tidak akan bisa terhapuskan. Tapi saya masih dikatakan beruntung karena kehidupan kami kembali normal (mungkin). Berbagai tahapan dan berbagai cara serta perbincangan yang sangat panjang sehingga kami bisa meredkan kondisi. Dan kini saya menikmati kehidupan saya yang sekarang. Seperti dilahirkan kembali.

Kini saya berjanji didalam hati, bahwa saya tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi. Saya akan menjaga keutuhan keluarga saya. Dan saya tidak akan berusaha menjadi yang sempurna, tapi saya akan menjadi diri saya sendiri yang lebih baik dari sebelumnya.

Namun saya boleh kan masih menyimpan rasa dendam kepada beberapa orang? A.B., G alias K dan J. You are still on my blacklist!

END

Belajar menulis lagi..

Dengan berbagai macam alasan saya mulai berhenti untuk menulis di blog ini. Entah kapan saya terakhir menulis. Karena pada dasarnya membaca buku dan menulis bukan hobby saya sama sekali. Hobby itu justru dimiliki oleh istri saya Mirah.

Hari ini entah kenapa ingin rasa buka lagi halaman blog saya ini. Belum ada ide untuk menulis sih. Hanya saja saya berpikir apa saja bisa saya tulis disini. Jadi saya mulai menulis cerita ini. Continue reading

iOS in my hand..

Ponsel pintar atau smartphone sudah menjadi sahabat setiap orang. Kemana pun kita bepergian dan dalam keadaan bagaimana pun, smartphone slalu menemani. Selayaknya seorang pacar. Namun jangan disamakan. Hehe.. Continue reading